SEBELUM HAMIL

Pengen sharing pengalaman sebelum kehamilanku. Semoga bisa dijadikan bacaan untuk teman-teman yang sedang berada pada posisi yang sama dan sekaligus sebagai memori untukku sendiri ketika nanti membaca ulang tulisan ini. 


Waktu awalnya tau hamil jujur kaget banget. Karena waktu jaman kerja di jakarta, siklus haidku ga lancar. Puncaknya waktu tahun 2020 pernah 3 bulan berturut-turut nga haid akhirnya mutusin periksa ke dokter spesialis kandungan, hasilnya aku dinyatakan PCOS. Untuk lebih jelasnya bisa browsing sendiri terkait PCOS, pada intinya adalah ukuran sel telurku kecil sehingga ada kemungkinan untuk sulit hamil. Bukan berarti ga mungkin ya, hanya sulit aja. Waktu itu ditawarin ikut program hamil "promil", tapi karena saat itu aku juga belum fokus untuk mempunyai anak jadi ku tolak. Dan dokter menyarankan agar aku merubah pola hidup dan diarahkan agar makan makanan yang sehat. Hal itu akan membantu agar sel telurku lebih baik. 


Pulang dari dokter emm gimana ya njelasin perasaanku saat itu, ada sedihnya, ada takut, ada cemas, ada kecewa, ada lega. Campur aduk deh. Sedih karena ternyata sel telurku kecil, takut kalau ternyata aku susah hamil dan harus menunggu momongan dalam waktu yang lama, cemas gimana reaksi suami pas tau ini, kecewa pada diri sendiri kalau dari dulu mikirin pola hidup sehat mungkin ga bakal pcos, lega karena ternyata aku waktu itu belum hamil karena akupun merasa belum siap. 


Waktu ngobrol sama suami ya responnya biasa aja si jujur wkwk emang Mas Eki tu anaknya santai pol mentok jadi ya cuma komen o yaudah gapapa, kan kita jg baru nikah jd gapapa kalo blm hamil. Nanti jg akan hamil. Intinya gitu sih. Terus waktu aku njelasin tentang pcos dan segala kecemasanku dengan berderai air mata, Mas Eki responnya udah gausah nangis, gapapa nanti kalau udah dipercaya sama Allah juga bakal dititipin keturunan. Chill adalah definisi Mas Eki wkwkwk


Dalam perjalanan menantikan momongan adalah masa yang tidak mudah pemirsa. Banyak lah omongan dari tetangga, saudara, orang yang ge kenal-kenal amat yang bikin nyes dihati. Dari yang ringan dan mudah dilupain sampe yang terukir dalam hati gatau sampe kapan bisa nglupainnya. 


"Dih wis nikah sue koh ora hamil-hamil ya"

"Durung isi? Adoh adohan bae neng"

"Awake gede neng makane hamile kangelen"

Dan masi banyak lainnya


Kadang dijawab, kadang didiemin kadang dibawa nangis sesenggukan. Bagi teman-teman yang sedang berada di fase ini, semoga selalu dikuatkan ya. Berat banget memang, tapi bismillah Allah pasti sudah menyiapkan yang terbaik untuk kita.


Lalu tbtb aku harus bekerja di Sukoharjo. Merantau kebih jauh lagi. Waktu itu dengan senang hati ku ambil tawarannya. Aku ingin berfokus pada karirku dulu sambil melupakan omongan-omongan menyakitkan itu. Pekerjaan baruku membuatku bertemu dengan banyak orang baru, merubah pola hidupku dan makanan yang aku konsumsi. Aku mencoba hidup dengan lebih sehat. Setidaknya merutinkan jalan pagi dan meminimalkan makan malam. Di pekerjaan baruku juga lebih banyak aktifitas fisik karena harus rutin ke lapangan sehingga tubuhku lebih banyak bergerak. 


Aku mengira itu juga yang akhirnya membantuku sampai bisa hamil. Memang selain berdoa kita juga diharuskan untuk berusaha. Jadi kalau kondisi pcosku memang tidak pernah mendapatkan perawatan, maksudku aku tidak pernah memeriksakan kembali ke dokter, tapi aku merubah pola hidupku dan tiba-tiba aku hamil. Makanya seperti di awal ku sampaikan, waktu aku tau hamil, memang semengagetkan itu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transportasi Internal Unnes

PERBANDINGAN ANTARA OPEN PROJECT DAN MICROSOFT PROJECT